SAJAK-SAJAK WALT WHITMAN


KEPADA SEORANG ASING

Orang asing yang lewat!kau tak tahu betapa aku rindu untuk bertemu

denganmu,

Engkau pastilah lelaki yang sedang kucari, atau wanita yang sedang kucari

(menghampiriku ibarat mimpi)

Aku yakin pernah memiliki saat-saat bahagia denganmu entah di mana

Segalanya terkenang lagi kala kita saling berbagi, mengalir, saling sayang,

murni dan matang

Engkau tumbuh bersamaku, anak lelaki atau wanita yang dulu bersamaku

Aku makan dan tidur bersamamu, tubuhmu bukan hanya menjadi milikmu

pun tak membiarkan tubuhku hanya menjadi milikku

Engkau memberiku keriangan matamu, wajahmu, kulitmu saat kita berpisah

kau mengambil jenggotku, dadaku, tanganku tatkala

kembali pulang

Aku tak berbicara padamu, aku memikirkanmu sewaktu aku duduk sendirian

atau saat terjaga malam-malam sendirian

Aku menunggumu, aku tak ragu aku akan bertemu kembali denganmu

Aku bersaksi bahwa aku tak kehilanganmu

SUARA HUJAN

Dan siapa gerangan engkau? kataku pada hujan yang gugur lembut

Yang, sukar untuk diceritakan, memberiku sebuah jawab, begini kira-kira:

Akulah Puisi Bumi, kata suara hujan,

Kekal aku memancar tak terasa dari tanah dan lautan

tanpa dasar

Naik ke langit, darimana, terbentuk samar-samar, semua

berubah, namun masih tetap sama

Aku turun untuk membasuh kemarau, zarah-zarah, debu yang terbaring di bumi

Dan tanpaku segala yang ada di buana ini akan cuma benih, tersembunyi,

tak bisa lahir

Dan selamanya, ketika siang atau malam, aku berikan kembali kehidupan

ke muasalku dan membuatnya purna dan jelita

(Karna nyanyian, yang terbit dari tempat kelahirannya, setelah penuh,

akan berkelana

peduli atau tak peduli, dan mesti kembali bersama cinta)

SELAMAT TINGGAL KHAYALKU

Selamat tinggal Khayalku!

Selamat berpisah belahan jiwaku, kekasihku!

Aku pergi jauh, aku tak tahu kemana,

Dan demi nasib yang mana, atau apakah aku akan kembali melihatmu,

Maka selamat tinggal Khayalku.

Kini buat terakhir kali—biarkan aku sejenak menoleh ke belakang;

Bunyi tik tok jam yang kian melemah berada dalam diriku,

Pergi, saat sore hari, dan segera degup jantung ini akan berhenti.

Lama kita hidup bersama, bahagia, saling menjaga

Betapa menyenangkan!—tapi kini terpisah—Selamat tinggal Khayalku,

Namun biarkan aku tak terlampau tergesa,

Sungguh lama kita hidup bersama, tidur, saling merasuk, berbaur

jadi satu;

Lalu andai kita mati, kita mati bersama, (ya, kita akan masih satu,)

Jika kita pergi ke mana pun kita akan pergi bersama untuk bersua peristiwa-peristiwa,

Barangkali kita akan menjadi semakin baik dan gembira, dan belajar sesuatu,

Barangkali justru engkaulah kini yang memanduku ke nyanyian-nyanyian sejati

(siapa tahu?)

Barangkali justru engkaulah tombol maut yang menghancurkan, menentukan—maka kini

akhirnya,

Selamat tinggal—dan salam! Khayalku.

KITA BERDUA, BERAPA LAMA LAGI KITA PANDIR

Kita berdua, berapa lama lagi kita pandir!,

Kini berubahlah, bergegas kita melarikan diri sebagaimana Alam melarikan diri,

Kita adalah Alam, telah lama kita mangkir, namun kini kita kembali,

Kita menjadi tetumbuhan, batang-batang pohon, daun, akar-akar, kulit kayu

Kita berumah di hamparan tanah, kita adalah batu-batu,

Kita adalah pohon-pohon ek, kita tumbuh di dalam lubang yang berdampingan

Kita berkeliaran, kita adalah dua dari kawanan ternak liar yang tumbuh alami,

Kita adalah dua ikan yang berenangan bersama di samudra,

Kita adalah locust yang tengah berbunga, kita menebar wangi ke sekitar jalan-jalan kecil

petang dan pagi,

Kita juga adalah kotoran bintang-binatang buas, sayur-sayuran, mineral-mineral,

Kita adalah dua rajawali pemangsa, kita membubung ke atas dan memandang ke bawah,

Kita adalah dua surya gemilang, kitalah yang mengatur perputaran dan pertunjukan

bintang kita sendiri, kita laksana dua komet

Kita gigi taring yang memburu dan empat kaki kita menjejak di kekayuan, kita melompat

menerkam mangsa,

Kita adalah dua awan yang melintas tak putus-putus siang dan senja di atas kepala

Kita adalah lautan yang berbaur, kita adalah dua dari ombak-ombak riang

yang saling hempas satu sama lain, saling membasahi satu sama lain,

Kita adalah atmosfer itu sendiri: transparan, pengertian, tertembus,

tak tertembus,

Kita adalah salju, hujan, dingin, kegelapan, kita masing–masing adalah hasil

dan pengaruh bola bumi

Kita telah berputar dan berputar hingga kita tiba di rumah kembali, kita berdua,

Kita telah menghindari kebebasan dan kegembiraan kita sendiri.

AKU MELIHAT DI LOUISIANA

SEBUAH POHON EK SEDANG TUMBUH

Aku melihat di Louisiana sebuah pohon ek sedang tumbuh

Pohon ek itu berdiri sendirian dan lumut bergantung berjuluran dari cecabangnya

Tanpa satu pun teman pohon ek itu tumbuh di sana bertutur tentang keriangan daun-daun

yang hijau gelap

Dan pohon ek itu tampak bersahaja, ramah, segar, membuatku berpikir ihwal diri sendiri

Namun aku takjub bagaimana pohon ek itu bisa bertutur tentang keriangan daun-daun

berdiri sendirian di sana tanpa teman mendekat, karna aku tahu aku pun tak bisa

Dan kupatahkan sebatang ranting dengan sejumlah daun di atasnya dan sedikit lumut

yang berjalinan mengelilingi ranting itu

Dan kubawa pergi ranting itu, dan kuletakkan di tempat terbuka di kamarku

Ranting itu tak perlu mengingatkanku pada sahabat-sahabat terkasihku sendiri

(Karena aku percaya akhirnya kukira ranting itu cuma hal kecil dibanding mereka)

Tapi ranting itu masih tinggal padaku sebagai tamsil aneh yang membuatku berpikir

tentang cinta manusia;

Untuk semua itu, dan meski pohon ek itu berkilau-kilauan di sana di Louisiana

sebatangkara di ruang datar lebar

Bertutur tentang keriangan daun-daun dalam seluruh hidupnya tanpa kekasih tanpa teman

Karna sungguh aku tahu dengan baik, aku pun tak bisa.

ADA SEORANG ANAK YANG TERUS BERKELIARAN

Ada seorang anak yang terus berkeliaran saban hari

Dan benda pertama yang dia pandang, benda itu menjadi dirinya

Dan benda itu menjadi bagian dari anak itu selama sehari atau beberapa saat

dalam sehari

Atau selama beberapa tahun atau selama rentangan peredaran tahun-tahun.

Bunga-bunga lilac yang baru mekar menjadi bagian dari anak itu,

Dan rumputan dan megahnya pagi yang putih dan merah, dan bunga semanggi

yang putih dan merah, dan nyanyian burung phoebe

Dan anak-anak babi berusia tiga bulan, dan tahi induk babi yang merah muda

dan kegaduhan di pekarangan atau di kubangan lumpur

pinggir kolam

Dan ikan-ikan yang melayang-layang dengan aneh di kolam itu

dan paras air yang ajaib dan jelita

Dan tumbuhan-tumbuhan air dengan kepala-kepala mereka yang penuh berkah,

semuanya menjadi bagian dari anak itu

Ladang kubis berusia empat bulan dan lima bulan menjadi bagian

dari anak itu,

Biji-biji kecambah musim dingin dan kemilau kuning ladang jagung itu, dan akar-akar

sayuran di kebun itu

Dan pohon-pohon apel yang dipenuhi oleh bunga-bunganya dan lalu oleh buah-buahnya

dan pohon arbei, dan rumputan liar biasa di sepanjang jalan

Dan si pemabuk tua yang terhuyung-huyung pulang ke rumahnya dari kedai minum

darimana tadi ia terlambat bangun

Dan si ibu guru yang lewat di jalan menuju ke sekolahnya

Dan bocah-bocah lelaki bersahabat yang lewat, dan bocah-bocah lelaki yang cekcok

Dan gadis-gadis yang rapi dan berpipi segar, dan bocah lelaki dan wanita negro

yang telanjang kaki,

Dan segala perubahan kota dan desa ke mana pun anak itu pergi.

Orang tuanya sendiri, anak kecil itu dengan ayah dan ibu yang mengandungnya

dalam rahim dan melahirkannya,

Orang tua yang memberi anak itu lebih dari yang mereka bisa,

Orang tua yang memberinya saban hari, maka mereka pun menjadi bagian anak itu.

Ibunya di rumah dengan anggun menghidangkan makanan di meja makan

Ibu dengan kata-kata sejuk, topi dan gaun yang bersih, aroma yang sehat merebak

dari perempuan itu sesehat baju yang dipakaianya ketika berjalan

Ayahnya, kuat, percaya diri, jantan, pemarah, tak adil,

Pukulan, kata-kata yang cepat keras, perintah yang ketat, keprigelan yang memikat,

Kebiasaan-kebiasaan keluarga, bahasa, sahabat, perabotan rumah tangga,

hati yang angkuh dan merindu,

Kasih sayang yang tak bisa disangkal, kepekaan pada kenyataan, dan

pikiran yang datang setelahnya yang ternyata tak nyata,

Keraguan-keraguan saat siang dan keraguan-keraguan saat malam, rasa ingin tahu

apa dan bagaimana,

Apa yang muncul begitu itu memang begitu, atau apa segalanya bercahaya dan bernoda?

Perempuan dan lelaki yang erat berdesakan di jalanan, apakah mereka tidak bercahaya

dan bernoda sebagaimana tampaknya mereka?

Jalan-jalan itu sendiri dan beranda-beranda rumah, dan hiasan-hiasan

di jendela,

Kendaraan-kendaraan, dermaga-dermaga dengan papannya yang berat, penyebrangan

akbar kapal-kapal

Bayang-bayang, lingkaran cahaya dan halimun, sinar yang jatuh ke atap-atap dan dinding

dinding putih atau coklat sejauh dua mil

Sekunar di dekat arus yang turun dan tertidur, kapal kecil dengan buritan yang eretannya

kian melamban

Ombak-ombak yang bergegas bergulingan,tinggi-besar,dan puncaknya segera berpecahan

Dan lapis warna awan-awan, dan sepotong awan panjang warna merah marun melayang

sendirian dengan dirinya sendiri, kemurniannya meluas merentang tanpa gerak

Ujung akanan, burung-burung gagak laut yang beterbangan, aroma garam rawa

dan lumut pantai,

Semua menjadi bagian dari anak itu yang terus berkeliaran saban hari, dan yang kini

pergi, dan akan selalu terus pergi saban hari.

ODE UNTUK DIRIKU

1

Aku rayakan diriku, dan kunyanyikan diriku

Dan apa yang kupikul mesti kau pikul juga

Sebab setiap zarah yang kupunya kau punya juga

Aku malas dan kuundang jiwaku,

Aku kurus dan malas saat mencermati dengan riang setangkai rumput tajam musim panas

Lidahku, setiap zarah darahku, terbentuk dari tanah ini, udara

ini,

Lahir di sini para moyang lahir di sini dari moyang yang sama, dan moyang

mereka sama

Aku, kini berusia tiga puluh tujuh tahun di awal kesehatanku yang sempurna

Berharap tak akan henti hingga mati

Kepercayaan-kepercayaan dan sekolah-sekolah tertangguhkan

Kucecap sejenak semuanya namun tak akan pernah terlupakan

Aku dermaga bagi yang baik atau yang buruk, aku berkenan bicara pada setiap bahaya

Bertabiat tanpa pedoman tapi dengan enerji asali.

2

Rumah-rumah dan kamar-kamar penuh wewangian, rak-rak sesak

dengan wewangian

Aku bernafas dengan bau diriku sendiri dan aku tahu itu dan aku suka itu

Penyulingan ini mungkin meracuniku juga, tapi tak akan kubiarkan terjadi itu

Udara ini bukanlah wewangian, udara ini tak punya penyulingan

udara ini tak beraroma

Wewangian itu untuk mulutku selamanya, aku jatuh cinta padanya

Aku akan pergi ke sungai dekat hutan dan menjadi tak tersamar dan

telanjang,

Aku gila wewangian dan kuingin ia bersintuhan denganku

Asap dari nafasku sendiri

Gema-gema, riak-riak, dengung bisikan-bisikan, akar-cinta, benang sutra, canggah dan

anggur

Nafas dan ilhamku, degupan-degupan jantungku, aliran darahku

dan udara di paru-paruku

Harum daun-daun hijau dan daun-daun kering, dan harum pantai dan

batu-batu laut yang berwarna hitam, dan jerami di gudang-gudang

Bunyi kata-kata berserdawa dari suaraku sendiri yang meluput dalam pusaran

topan,

Ciuman-ciuman cahaya yang sedikit, pelukan-pelukan yang sedikit, jangkauan di tangan,

Permainan kilauan dan naungan pepohonan ketika cabang-cabangnya yang gemulai

melambai

Kegembiraan yang sendirian atau di kehebohan jalanan, atau di sepanjang ladang-ladang

dan di tepi-tepi perbukitan

Perasaan yang segar, fajar penuh yang bergetar, nyanyianku ketika terbangun dari

ranjang dan berjumpa matahari.

Sudahkah engkau menghitung sebanyak seribu ha? Sudahkah engkau menghitung

jagad raya?

Sudahkah engkau menghabiskan waktu untuk menelaah untuk membaca?

Sudahkah engkau merasa begitu bangga karena menenggak makna sajak-sajak?

Berhentilah siang ini dan malam ini bersamaku dan engkau mesti miliki muasal

segala sajak,

Engkau mesti miliki kebaikan bumi dan matahari, (ada bermilyar matahari

yang pergi)

Engkau jangan lagi mengambil segalanya dari tangan kedua atau ketiga, atau memandang

lewat mata orang-orang mati, atau menyantap dari hantu-hantu dalam buku

Engkau jangan lagi memandang lewat mata orang lain, atau mengambil segalanya dariku

Engkau mesti menyimak dari segala sisi dan menyaring segalanya untuk dirimu sendiri

3

Aku telah mendengar apa yang digunjingkan para penggunjing, pergunjingan ihwal awal

dan akhir

Tapi aku tak akan menggunjingkan ihwal awal atau akhir

Tak akan pernah ada lagi kelahiran selain saat ini

Tak akan pernah ada lagi masa muda atau usia selain saat ini

Dan tak akan pernah ada lagi kesempurnaan selain saat ini

Tak akan pernah ada lagi surga atau neraka selain saat ini.

Hasrat dan hasrat dan hasrat

Senantiasa hasratlah yang bermunculan di dunia

Lepas dari pertentangan yang remang adalah kemajuan yang seimbang, senantiasa berisi

dan bertambah, senantiasa sex,

Senantiasa rajutan identitas, senantiasa perbedaan, senantiasa pembiakan kehidupan.

Menjelaskan semuanya tak berfaedah, gairah untuk mempelajari dan tak mempelajarinya

itu yang mesti dipunya

Yakin bagai keyakinan paling pasti, tegak lurus di antara yang tegak lurus, penopang

tiang-tiang,

Kukuh bagai kuda, setia, angkuh, bergairah

Aku dan misteri ini di sini kami berdiri

Jernih dan manis begitulah jiwaku, dan jernih dan manis segala yang bukan

jiwaku,

Yang satu kekurangan yang lain kekurangan, yang tak tampak dibuktikan yang tampak

Hingga yang tampak jadi tak tampak dan menerima kenyataan yang sebaliknya

Tunjukkan yang terbaik dan bagilah ia dari masa yang terburuk masa yang tersakit

Ketahuilah kebugaran sempurna dan ketentraman segala hal, dan sementara mereka

bercengkrama aku diam, dan pergi mandi dan mengagumi diriku sendiri,

Selamat datang setiap sendi dan sifatku, dan selamat datang pada setiap manusia

yang jernih dan berjiwa,

Tak seinci atau sebutir pun yang tersembunyi, dan tak satu pun yang kurang dikenal

ketimbang lainnya

Aku puas—aku melihat, menari, tertawa, bernyanyi;

Bagai berpelukan dan kekasih yang tidur di ranjang bersisian denganku sepanjang

malam, dan pergi ketika siang mulai mengintip

dengan langkah diam-diam

Meninggalkan keranjang-keranjang yang dipenuhi lap-lap putih yang merangkum

rumahku dalam kepenuhannya

Mestikah aku menunda penerimaan dan perwujudanku dan berteriak di kedua mataku,

Kemudian teriakanku turun dari tatapan dan hilir mudik di jalanan,

Dan dengan segera berhitung dan menunjukkan padaku satu sen

Persisnya nilai dari satu dan persisnya nilai dari dua, dan yang manakah

yang lebih dulu?

4

Para pejalan dan para penanya mengelilingiku,

Orang yang kujumpa, pengaruhnya padaku di awal kehidupanku atau daerah

dan kota tempat aku bermukim, atau bangsa

Pertemuan-pertemuan terakhir, penemuan-penemuan, masyarakat-masyarakat, pengarang

lama dan baru

Makan malamku, pakaian, hubungan-hubungan, penglihatan-penglihatan, pujian-pujian

Ketakacuhan yang nyata atau khayal dari beberapa wanita atau pria yang kucinta

Kesakitan dari salah seorang kerabatku atau diriku sendiri, atau sakit atau kehilangan

atau melarat, atau keputusasaan-keputusasaan atau kemuliaan-kemuliaan,

Pertarungan-pertarungan, horor perang saudara, demam berita-berita yang meragukan

peristiwa-peristiwa yang menggelisahkan

Semuanya datang padaku siang dan malam dan pergi lagi dariku

Namun semua itu bukan Aku-nya diriku

Terpisah dari tarikan dan helaan berdirilah apa adanya aku

Berdiri bingung, puas, bergairah, malas, menyatu

Memandang ke bawah, tegak, atau melipatkan tangan yang satu

ke tangan lainnya

Memandang dengan kepala mencongak ke samping ingin tahu apa yang akan datang

Yang di dalam dan di luar permainan dan menyimak dan takjub atas semuanya.

Ke belakang kutengok hari-hari silamku sendiri dan aku berkeringat lewat kabut dengan

para ahli bahasa dan para pendebat,

Aku tak punya pendapat-pendapat atau ejekan-ejekan, aku menyaksikan dan menunggu.

5

Aku percaya padamu jiwaku, tubuhku tak akan merendahkanmu

Dan engkau tak akan merendahkan tubuhku

Bermalasanlah bersamaku di rumputan, lepaskan yang tersekat di tenggorokanmu

Bukan kata-kata, bukan musik atau syair yang kuinginkan, bukan adat atau ajaran, bukan

bahkan yang terbaik dari semuanya

Hanya tidur yang kuinginkan, senandung dari katup suaramu

Aku berpikir bagaimana suatu saat kita terbaring bagai pagi musim panas yang transparan

Bagaimana engkau meletakkan sirahmu melintangi pahaku dan dengan lembut bergantian

denganku

Dan menanggalkan bajuku dari dadaku, dan mencelupkan lidahmu

ke setangkup hatiku yang suwung

Dan meraihnya hingga kau rasakan jenggotku, dan meraihnya hingga kau rasakan kakiku.

Bermekaran dengan cepat dan meluas ke sekitarku kedamaian dan pengetahuan yang

dilalui segala penjelasan tentang jagad raya

Dan aku tahu bahwa tangan Tuhan adalah janji diriku sendiri

Dan aku tahu bahwa ruh Tuhan adalah saudara diriku sendiri

Dan seluruh lelaki yang pernah lahir adalah saudaraku, dan seluruh wanita

adalah saudari-saudari dan kekasih-kekasihku

Dan bahwa alasan penciptaan adalah cinta,

Dan yang tak terbatas adalah harum daun-daun atau daun-daun yang berjatuhan

Dan semut-semut coklat di dalam liang-liang kecil di bawah ladang-ladang

Dan keropeng-keropeng lumut yang dipagari cacing, pinggul batu-batu, pohon murbai

dan ilalang liar

6

Seorang anak bertanya Apakah rumputan itu? Menarikku dengan kedua tangannya penuh

Bagaimana aku bisa menjawab anak itu? Aku tak lebih tahu apakah rumputan itu

ketimbang anak itu

Kukira rumputan itu pastilah bendera dari karakterku, bendera dari harapan hijau

benang-benang yang tertenun

Atau kukira rumputan itu sapu tangan seorang Tuan,

Hadiah yang harum dan kenangan yang ditandai, yang terjatuh

Menampilkan nama pemiliknya di tiap sudutnya, yang mungkin kita lihat

dan simak, dan berkata Siapakah?

Atau kukira rumputan itu sendiri adalah seorang anak, bayi yang lahirkan

tetumbuhan

Atau kukira rumputan itu hieroglif yang seragam

Dan penuh makna, berkecambah baik di hamparan luas atau di hamparan sempit

Bertumbuhan di antara orang-orang kulit hitam dan orang-orang kulit putih

Orang-orang Kanuck,Tuckaho,para pejabat,para jelata, aku sama-sama mengasihi mereka

aku sama-sama menerima mereka

Dan kini rumputan itu terlihat olehku sebagai rambut tak terpotong dari kuburan-kuburan.

Dengan lembut aku akan memanfaatkanmu duhai rumputan ikal

Barangkali engkau berasal dari dada-dada pria muda

Barangkali jika aku mengenal mereka aku akan mencintainya

Barangkali engkau berasal dari orang tua, atau dari bocah-bocah cilik yang dengan sigap

direngkuh dari pangkuan ibu-ibu mereka

Dan di sini engkau menjadi pangkuan para ibu.

Rumputan ini terlalu hitam untuk berasal dari kepala nenek-nenek yang memutih

Lebih hitam ketimbang jenggot-jenggot tak berwarna dari kakek-kakek

Terlalu hitam untuk berasal dari pangkal mulut-mulut dengan warna merah yang samar

O aku sudah tahu begitu banyak apa yang diucapkan lidah-lidah

Dan aku tahu ucapan-ucapan itu berasal dari pangkal mulut-mulut bukan tanpa maksud

Aku harap aku bisa menterjemah isyarat-isyarat tentang arwah-arwah pria dan

wanita muda

Dan isyarat-isyarat tentang lelaki tua dan para ibu, dan bocah-bocah cilik yang direngkuh

dari pangkuan mereka.

Apa yang kau pikir tentang telah menjadi muda atau tua?

Dan apa yang kaupikir tentang telah menjadi ibu dan anak?

Rumputan itu hidup dan tumbuh di mana saja

Kecambah yang paling kecil pun menunjukkan bahwa tak ada kematian yang nyata

Dan jika pun pernah mati, rumputan itu akan memandu ke kehidupan selanjutnya

dan tak akan menunggu sampai akhir untuk menawannya

Dan menghentikan saat-saat kehidupan bermunculan

Segalanya pergi ke dalam dan ke luar, tak ada satu pun yang musnah

Dan untuk mati adalah sungguh berbeda dari yang diduga siapa pun, dan beruntunglah.

7

Sudahkah setiap orang mengira betapa beruntungnya telah terlahir?

Aku bergegas mengabarkan pada mereka bahwa lahir itu sama untungnya dengan mati,

dan aku tahu itu

Aku lalui maut dengan kematian dan kelahiran dengan bayi yang baru dimandikan,

dan aku tak mengandung apa yang ada antara topiku dan sepatuku

Dan selidikilah setiap benda, tak ada dua benda yang sama dan setiap benda itu bagus

Bumi itu bagus dan bintang-bintang itu bagus, dan anasir-anasirnya semua bagus

Aku bukanlah bumi atau anasir dari bumi

Aku kekasih dan sahabat manusia, semuanya kekal dan

tak tepermanai bagai diriku

(Mereka tidak tahu bagaimana kekal itu, namun aku tahu)

Setiap hal buat dirinya dan miliknya sendiri, buatku aku lelaki sekaligus wanita

Buatku segala yang dimiliki anak lelaki dan dara yang mencinta

Buatku pria yang bangga dan merasa betapa busuknya

kerapuhan itu,

Buatku hati yang manis dan wanita tua, buatku para ibu dan ibu

dari ibu

Buatku bibir-bibir yang tersenyum, buatku mata yang menjadi lumbung airmata

Buatku anak dan ayah dari anak itu

Telanjanglah! Engkau tak berdosa padaku, tidak juga basi atau terbuang

Aku memandang lewat kain sutra dan kain genggang

Dan aku berkeliling, kukuh, gigih, tak kenal lelah, dan tak akan bisa

tergoyahkan.

8

Seorang bocah terlelap di buaiannya,

Aku singkirkan kabut tipis dan memandang lama sekali, dan diam-diam menghalau lalat

dengan tanganku

Seorang perjaka dan dara bermuka merah menikung dari samping semak-semak bukit

Aku mengawasi mereka dengan jeli dari puncak bukit

Orang yang bunuh diri tergeletak dilantai sebak darah di dekat ranjang tidurnya

Aku menyaksikan mayatnya dengan percik darah di rambutnya, aku mencatat di mana

pistolnya terjerambab

Riuh-rendah di jalanan, kereta-kereta yang lelah, derap telapak kaki, gunjingan

para pejalan

Omnibus yang berat, para sopir dengan pertanyaan mereka yang hebat, dentangan

tapak-tapak kaki kuda di lantai granit

Lungsuran-lungsuran salju, dentingan, lelucon-lelucon seru, lemparan bola-bola salju

Sorak-sorai untuk hal-hal yang amat disukai, kemarahan rakyat yang terbangun

Gundukan-gundukan gorden kotor, lelaki sakit di samping bayi lahir di rumah sakit

Pertemuan musuh-musuh, sumpah yang seketika, pukulan-pukulan dan kejatuhan

Kerumunan yang bergairah, Pak polisi dengan bintangnya yang tergesa menyerukan

pesannya ke tengah-tengah kerumunan

Batu-batu yang tenang yang menerima dan memantulkan kembali aneka gema

Erangan orang yang kelebihan makan atau setengah lapar yang jatuh pingsan atau marah

Teriakan-teriakan wanita yang tiba-tiba menyeruak dan terburu pulang ke rumah

dan melahirkan jabang bayinya

Pembicaraan yang hidup atau terkubur senantiasa bergetar di sini, lolongan-lolongan

yang dibatasi kepantasan

Penawanan para perompak, sulapan, perzinahan yang dijajakan, penerimaan-penerimaan,

penolakan-penolakan dengan bibir-bibir cembung,

Aku memikirkan atau menunjukan atau memantulkan semuanya—aku datang dan pergi.

Diterjemahkan oleh Tia Setiadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: